Pada tanggal 24 Juni 2025 telah dilakukan pengabdian masyarakat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Surakarta. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Universitas Sebelas Maret melalui Riset group Tropibio.com dan Bagian Parasitologi FK UNS untuk kesehatan para pekerja di lokasi tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan adalah :
- Penyuluhan kesehatan terkait risiko penularan penyakit kecacingan pada pekerja berisiko
Kecacingan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kebersihan diri yang kurang baik, konsumsi makanan yang terkandung telur/larva cacing, lingkungan yang kotor, dan sumber air bersih. Anak-anak sebagian besar masih bergantung pada orang tua terkait kebersihan dirinya seperti mencuci tangan dan buang air sehingga membuatnya rentan terkena kecacingan (Wulandari and Purhadi, 2019). Walaupun demikian, responden pada penelitian ini masih berisiko terjadi kecacingan dari faktor kebersihan diri, lingkungan, dan tentu dari pemakaian APD tersebut karena paparan terus menerus pada sampah dan lingkungan dengan higiene dan sanitasi yang kurang baik.
- Pemeriksaan kesehatan para pemulung dan pekerja di TPA Putri Cempo
Pekerjaan dengan paparan cemaran yang tinggi dan paparan sinar matahari yang lama sangat besar pengaruhnya pada kesehatan para pemulung di TPA Putri Cempo. Hal ini dapat menjadi faktor risiko terjadinya penyakit sistemik diantaranya adalah hipertensi dan diabetes mellitus. Insisdensi hipertensi dan diabetes melitus akan menurunkan sistem imunitas tubuh yang pada akhirnya menjadi kerentanan terhadap penyakit infeksi salah satunya adalah kecacingan. Untuk itu diperlukan skrining secara berkala untuk mencegah terjadinya penyakit sistemik tersebut. Pada pengabdian ini akan dilakukan skrining tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol dan asam urat pada pemulung di TPA Putri Cempo. Data hasil skrining ini akan diolah secara kuantitatif untuk masukan ke stakeholder terkait.
- Skrining personal higiene pada pemulung di TPA Putri Cempo
Higiene dan sanitasi lingkungan sangat berpengaruh pada risiko penularan penyakit infeksi yang salah satunya adalah kecacingan. Higiene personal yang baik menjadi salah satu pencegahan utama yang sangat disarankan dari World Health Organisation (WHO) maupun Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Skrining personal higiene bisa menjadi data awal untuk tindak lanjut pelaksanaan sosialisasi lebih lanjut terkait kebersihan diri pada para pemulung. Data hasil skrining ini akan diolah secara kuantitatif untuk masukan ke stakeholder terkait.
- Pendampingan pemakaian alat pelindung diri pada pemulung dan pekerja di TPA Putri Cempo
Penggunaan APD yang lengkap bertujuan untuk mencegah paparan telur, larva, atau cacing yang mungkin ada di tempat mereka bekerja serta menurunkan risiko terjadinya kecacingan pada pemulung (Ruhban and Rahayu, 2018). Penggunaan masker yang masih buruk ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap kecacingan karena didukung oleh penggunaan APD lainnya yang sudah baik serta perilaku personal hygiene yang baik. Hal ini tentu menjadikan pemulung terhindar dari terjadinya infeksi kecacingan. Pendampingan ini diperlukan untuk meningkatkan kesadaran pada para pemulung akan pentingnya pemakaian APD sewaktu melakukan pekerjaan. Pada pendampingan ini juga diambil data skrining penggunaan APD pada para pemulung. Data ini nantinya akan diolah secara kuantitatif sebagai tindak lanjut dari kegiatan penelitian ini.
- Pemeriksaan tinja secara makroskopis dan mikroskopis.
Skrining ini dilakukan untuk menegakkan diagnosis kecacingan pada para pemulung di TPA Putri Cempo. Data hasil skrining ini akan diolah secara kuantitatif untuk feedback kepada pemulung dan instansi terkait.


